Pada akhirnya implikasi ekonomi dari perhelatan kreatif tersebut akan jatuh ke masyarakat sekitar kawasan Bromo. Perbaikan fasilitas umum seperti sarana sanitasi sampai jalan diharapkan akan menjadi dampak ikutan dari kegiatan itu setelah pariwisata ditata dengan lebih baik.
Lebih jauh diharapkan, pengenalan lebih dekat pada alam Bromo, baik melalui perhelatan musik, atau pameran foto lansekap Bromo, akan mendorong pada kesadaran untuk merawat dan melakukan konservasi kawasan Bromo-Tengger- Semeru. Dikhawatirkan, jika Bromo dan sekitarnya tidak dipelihara dengan saksama, terarah dan konseptual, maka suatu saat pesona keindahan Bromo akan hilang.
Sigit Pramono sebagai penggagas, menyebut Jazz Gunung sebagai simbol kebangkitan pariwisata Bromo . Ke depannya ia akan menjadi semacam ikon pariwisata Bromo, selain keindahan matahari terbit.
