<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jazz Gunung 9 July 2011, Indahnya Jazz Merdunya Gunung</title>
	<atom:link href="http://www.jazzgunung.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jazzgunung.com</link>
	<description>Java Banana Bromo - East Java Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 May 2011 15:15:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Wartajazz Travel Experience: Paket 3D/2N Jazz Gunung Bromo 2011</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2011/wartajazz-travel-experience-paket-3d2n-jazz-gunung-bromo-2011/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2011/wartajazz-travel-experience-paket-3d2n-jazz-gunung-bromo-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 05:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[WartaJazz Travel Experience bekerjasama dengan Panitia Jazz Gunung 2011 yang menyelenggarakan kegiatan festival bernuansa outdoor di tempat dengan pemandangan alam dan udara yang segar bertempat di Java Banana – Bromo Jawa Timur, menawarkan sebuah paket menarik untuk anda yang berminat. Paket yang diberi nama WartaJazz Travel Experience – Jazz Gunung 2011 mulai resmi dijual sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2011%2Fwartajazz-travel-experience-paket-3d2n-jazz-gunung-bromo-2011%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2011%2Fwartajazz-travel-experience-paket-3d2n-jazz-gunung-bromo-2011%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>WartaJazz Travel Experience bekerjasama dengan Panitia Jazz Gunung  2011 yang menyelenggarakan kegiatan festival bernuansa outdoor di tempat  dengan pemandangan alam dan udara yang segar bertempat di Java Banana –  Bromo Jawa Timur, menawarkan sebuah paket menarik untuk anda yang  berminat.</p>
<p>Paket yang diberi nama WartaJazz Travel Experience – Jazz Gunung 2011  mulai resmi dijual sejak awal April 2011 terutama untuk konsumen yang  memang telah mengontak panitia untuk informasi akomodasi diseputar area  pertunjukan. Nah, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan informasi  lebih detail mengenai program yang ditawarkan.</p>
<p>Acara Jazz Gunung 2011 yang digelar 2000 meter diatas permukaan laut  ini akan dimeriahkan sejumlah performer antara lain <a title="Tohpati Ethnomission" href="../performers/tohpati-ethnomission/">Tohpati Ethnomission</a>, <a href="../performers/djaduk-ferianto/">Djaduk Ferianto</a> and Kua Etnika, <a title="Trie Utami" href="../performers/trie-utami/">Trie Utami</a>, <a title="Maya Hasan" href="../performers/maya-hasan/">Maya Hasan</a>, Perkusi Madura dengan Host <a href="../performers/butet-kertaradjasa/">Butet Kartaredjasa</a>.</p>
<p>Harga paket untuk Jazz Gunung 2010 dipatok mulai dari harga IDR 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah). Dengan harga paket  tersebut para peserta akan mendapatkan fasilitas:</p>
<p>- Pickup Surabaya – Bromo – Surabaya<br />
- Penginapan 3hari 2malam di Hotel Sion View (kurang lebih 15menit dari venue)<br />
- Tiket Pertunjukan Jazz Gunung 2011<br />
- Sarapan pagi di Hotel<br />
- Makan siang dan malam (nasi box) terkecuali pada hari H, berupa voucher di venue/tempat pertunjukan.<br />
- Sunrise Tour (Menggunakan Jeep Hardtop 4×4) **<br />
- Merchandise Jazz Gunung</p>
<p>Paket diatas berlaku dengan ketentuan sebagai berikut:</p>
<p>* Harga berlaku untuk individual, minimum dua orang peserta.<br />
* Downpayment atau tanda jadi sebesar IDR 500.000,- / orang paling lambat satu minggu setelah pemesanan dikonfirmasi<br />
* Pelunasan paling lambat akhir bulan Mei 2011<br />
* Discount 10% untuk yang langsung membayar lunas<br />
** Apabila diperkenankan oleh otoritas keamanan memasuki area wisata Gunung Penanjakan</p>
<p>Mengingat terbatasnya jumlah kamar yang tersedia, maka pastikan anda  bergegas mendaftarkan diri. Silakan menghubungi info@jazzgunung.com atau  info@wartajazz.net, jangan lupa menyertakan nama dan nomor telpon yang  bisa dihubungi. Anda bisa juga menghubungi 021-8310769 atau 0274-512561</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2011/wartajazz-travel-experience-paket-3d2n-jazz-gunung-bromo-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patung karya Dolorosa Sinaga hadir di Jazz Gunung</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2011/patung-karya-dolorosa-sinaga-hadir-di-jazz-gunung/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2011/patung-karya-dolorosa-sinaga-hadir-di-jazz-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 14:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Tubuh merupakan ciri khas Dolorosa Sinaga, seniman yang disegani di tanah air maupun mancanegara. Karyanya selalu bercerita mengenai sisi manusia yang tidak pernah sempurna dan memiliki banyak kisah, selalu dieksplorasikan dalam bentuk melalui media lempung , lilin, perpaduan efek lembaran kain dan plastik, dengan tarikan, cabikan, maupun tekanan jari tangannya hingga akhirnya memiliki makna tersendiri. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2011%2Fpatung-karya-dolorosa-sinaga-hadir-di-jazz-gunung%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2011%2Fpatung-karya-dolorosa-sinaga-hadir-di-jazz-gunung%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tubuh merupakan ciri khas Dolorosa Sinaga, seniman yang disegani di tanah air maupun mancanegara. Karyanya selalu bercerita mengenai sisi manusia yang tidak pernah sempurna dan memiliki banyak kisah, selalu dieksplorasikan dalam bentuk melalui media lempung , lilin, perpaduan efek lembaran kain dan plastik, dengan tarikan, cabikan, maupun tekanan jari tangannya hingga akhirnya memiliki makna tersendiri. Terlihat indah dan dramatik, dari struktur tubuh, eskpresi, gestur, gerakan, tekstur patung, yang akhirnya memunculkan sebuah gerakan, melawan, bermain, bercerita, sepenuhnya mengikuti kata hati. Ia selalu membuat karya patung dengan penguasaan anatominya yang mendalam serta emosi yang kuat.</p>
<p>Dolorosa mempunyai pengalaman ditempa untuk selalu melihat dari dalam ke luar, bukan dari luar ke dalam. Pemahaman yang didapatnya sewaktu belajar di Inggris mendididiknya mempelajari tubuh manusia  seperti  di laboratorium. Ia belajar tentang bangun manusia dari Dokter ahli tulang dan otot. Dari situ Dolorosa paham bahwa studi tentang tubuh manusia membuatnya harus menemukan bentuk. Figur-figur yang dibentuknya seperti berteriak, menyampaikan sesuatu yang pedih, tapi tetap terlihat artistik. Sebuah metafora bahwa dalam keindahan itu ada pengorbanan, ada luka, kepedihan. Setiap patung yang dibuatnya, selalu menyampaikan pesan yang dalam, atau bahkan sebuah perenungan. Dalam keringkihan, perempuan terlihat tetap kuat, dan dibuatnya dengan struktur sangat kuat.</p>
<p>Diluar penguasaan teknik dalam berkarya yang sudah dikuasainya, Dolorosa membangun kepedulian dalam diri agar bisa membangun rasa simpati dan mengasah kepekaan rasanya. Tidak dengan meletakkan diri seperti melihat dari atas, tetapi merasakan seperti mengalami, sehingga bisa menemukan bentuk ketika merasakannya. Bagi Dolorosa, mematung adalah sebuah pertaruhan hingga apa yang sudah dikerjakannya harus memiliki makna buat orang lain. Dolorosa berkarya seperti studi, mengasah bentuk, melakukan interpretasi, menemukan ekspresi bentuk. Mempelajari figur bukan untuk menirunya, tapi untuk mencari esensinya ke dalam sebuah makna. Dolorosa menyatakan suatu ekspresi  untuk menyuarakan, dan dengan melihat ekspresi itu orang dapat mengingat dan merenungkan kembali pengalaman yang pernah ia alami atau yang pernah dia ketahui.</p>
<p>Dolorosa ditunjuk untuk mengajar Patung, Sejarah Seni, Anatomi dan Gambar Menggambar di Jakarta Institut Seni, oleh Fakultas Seni Rupa sejak 1983 hingga kini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2011/patung-karya-dolorosa-sinaga-hadir-di-jazz-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jazz Nation as appears in Garuda Inflight Magazine April 2011</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2011/jazz-nation-as-appears-in-garuda-inflight-magazine-april-2011/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2011/jazz-nation-as-appears-in-garuda-inflight-magazine-april-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 14:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[This is the coolest and freshest music event – just like its slogan, Cooler. Fresher. &#8211; blending jazz with an ethnic concept and the amazing beauty of the Mount Bromo area. Because of the success of this event the first time around, Jazz Gunung (which means “Mountain Jazz”) will be back this year with even [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2011%2Fjazz-nation-as-appears-in-garuda-inflight-magazine-april-2011%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2011%2Fjazz-nation-as-appears-in-garuda-inflight-magazine-april-2011%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>This is the coolest and freshest music event – just like its slogan,  Cooler. Fresher. &#8211; blending jazz with an ethnic concept and the amazing  beauty of the Mount Bromo area.</p>
<p>Because of the success of this event the first time around, Jazz Gunung  (which means “Mountain Jazz”) will be back this year with even more  enthusiasm and present even more artists, including  ESQI:EF featuring  Syaharani and Donny Suhendra, I Wayan Balawan and Batuan Ethnic Fusion, C  Two Six (C26 jazz  community, Surabaya), Androginn (Malang Jazz Forum)  and Monday Night Band from Yogyakarta. Indonesia’s veteran artists   Butet Kartaredjasa and Djaduk Ferianto will act as presenters for this  event.</p>
<p>At 200 metres above sea level, visitors will derive  distinct pleasure from a jazz performance. The most special could well  be the unparalleled enjoyment to be had from  watching ESQI:EF featuring  Syaharani and the guitarist Donny Suhendra, who will present materials  from their new album which is now being recorded.</p>
<p>Meanwhile, the guitarist I Wayan Balawan with Batuan  Ethnic Fusion will present a special tapping technique married to the  exotic Balinese gamelan.</p>
<p>Jazz Gunung will also be a place for the younger  generation to express themselves musically as the organizers are giving  three community bands jazz from Yogyakarta, Surabaya and Malang the  opportunity to perform. Their rhythm will reverberate not only on the  courtyard stage but also all over the Bromo conservation area.</p>
<p>Meanwhile, Djaduk Ferianto, who this year will collaborate  with a traditional musical group, is sure to give an astounding  performance like he did last time. The traditional performing art of  Jathilan Reog will also be part of the opening of this event which will  be in harmony with the life breath of the local community.</p>
<p>Sigit Pramono, the conceptualizer, wants this event to  contribute to the rebranding of the tourist area around Bromo so that  the place will be known not only for its sunrise but also for other  interesting reasons. And he thinks bringing ethnic jazz to this  courtyard will unite visitors with the fame of this mountain that people  are so fond of. Prepare your body and soul to open a dialogue with  nature together with Jazz Gunung.</p>
<p>Time : 3rd July 2010<br />
Location: Courtyard of Java Banana Bromo Lodge, Café &amp; Gallery, Probolinggo, East Java</p>
<p><em>For ticket booking : www.javabanana.com and <a href="../" target="_blank">www.jazzgunung.com</a><br />
For accommodation packages: info@wartajazz.net atau hubungi 021-8310769 atau 0274-512561.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2011/jazz-nation-as-appears-in-garuda-inflight-magazine-april-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyesap Jazz Rasa Gunung</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2010/menyesap-jazz-rasa-gunung/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2010/menyesap-jazz-rasa-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 02:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Dua ribu meter di atas permukaan laut, ratusan penonton tersirap dalam lengkingan menyayat yang keluar dari gitar I Wayan Balawan. Kabut tergesa turun di pelataran Java Banana Bromo Lodge, Cafe &#38; Gallery, sabtu (3/7). Persis ketika intro “The Dances of Janger” mengalun. Jemari Balawan pun gemetar&#8230; Efek gemetar ini ternyata betulan, bukan karena gerak tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2Fmenyesap-jazz-rasa-gunung%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2Fmenyesap-jazz-rasa-gunung%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dua ribu meter di atas permukaan laut, ratusan penonton tersirap dalam lengkingan menyayat yang keluar dari gitar I Wayan Balawan. Kabut tergesa turun di pelataran Java Banana Bromo Lodge, Cafe &amp; Gallery, sabtu (3/7). Persis ketika intro “The Dances of Janger” mengalun. Jemari Balawan pun gemetar&#8230;</p>
<p>Efek gemetar ini ternyata betulan, bukan karena gerak tangan balawan yang supercepat mengait di senar gitar. “Saya betul kedinginan sampai gemetar, tetapi lama-lama juga terbiasa,” ujar Balawan yang tampil bersama Batuan Ethnic Fusion usai turun panggung.</p>
<p>Berlatar belakang Pegunungan Bromo, pelataran penginapan milik Sigit Pramono itu disulap menjadi panggung beralas rumput hijau. Meskipun panitia menyediakan kursi-kursi kayu, lebih banyak penonton yang memilih duduk di rerumputan tanpa alas apapun. Penonton segala usia tak lupa membungkus tubuh dengan baju hangat, syal, hingga topi. Beberapa perempuan bahkan tampil bergaya dengan legging dan sepatu boot.</p>
<p>Kehadiran Balawan dan Batuan Ethnic Fusion menebarkan nuansa etnik dalam perhelatan Jazz Gunung 2010. Sebelum mereka tampil, TDT Percussion dari komunitas C26 lebih dahulu naik  panggung. Grup dari Surabaya ini mendendangkan lagu-lagu Osing dari Banyuwangi dalam balutan jazz ringan. Meluncurlah, komposisi macam “Semebyar”. “Ojok Cilik Ati”, dan “Bulang Andhung-Andhung”.</p>
<p>Semakin malam, lanskap alam kian memukau. Hadirnya kakak-beradik Djaduk Ferianto dan Butet Kertaredjasa yang bergaya MC ikut mencairkan suasana. Tensi acara pun kian meningkat. Selepas Balawan, Androginn (Malang) melumerkan hati dengan musik-musik pop yang lebih berasa swing. Di ujung petang, Djaduk berkolaborasi dengan kelompok Wargo Budoyo membawakan repertoar “Merenung Sedakep Gunung” yang membuat bulu kuduk berdiri.</p>
<p>Gelap yang datang membuat dingin kian menjadi. Tungku-tungku penghangat yang disediakan mulai dirubungi penonton sambil menikmati Monday Night Band, yang kerap tampil di Jazz Mben Senen di Yogyakarta.</p>
<p>Puncaknya ialah ketika Syaharani dan Donny Suhendra bersama The Queen-firework tampil menyita perhatian publik. Biduanita asal Batu, jawa Timur, yang energetik ini dengan gaya santai naik-turun panggung untuk mengajak penonton bergoyang. Lagu-lagu dari album terbaru Syaharani and The Queenfirework (ESQI:EF), “Anytime”, dihantarkan, termasuk lagu standar jazz “L.O.V.E” yang dia nyayikan sambil duduk di panggung. Dia lalu menuruni panggung dan mengajak penonton berbaris di belakangnya sambil mengitari lokasi acara.</p>
<p>Perayaan budaya</p>
<p>Acara yang sudah memasuki tahun kedua ini digagas oleh Sigit Pramono, Djaduk Ferianto, dan Butet Kartaredjasa.</p>
<p>“Ini (Jazz Gunung) hanya melengkapi yang sudah ada, tetapi tentu misi kami tetap menampilkan jazz yang tidak meninggalkan musik tradisi.” Ujar Djaduk selaku penata artistik.</p>
<p>Sejak dihelat pertama kali, Jazz Gunung berusaha memanggungkan musik tradisional dan jazz. Tahun 2009, ajang ini menampilkan Kua Etnika dan C26 Surabaya.</p>
<p>Tahun ini tiga komunitas jazz dari Surabaya, Malang, dan Yogyakarta menambah semarak acara. “Kami memang ingin merangkul komunitas jazz yang ada. Kami sediakan mereka panggung, mereka tinggal bermain. Tetapi tentu mereka harus tahu standar Jazz Gunung itu seperti apa.” Ujar Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz.</p>
<p>Bromo sendiri dipilih karena magnetnya sebagai tempat pariwisata dan lokus bagi suku Tengger yang dikenal masih sangat menjaga tradisi mereka. Tak ayal, Butet Kartaredjasa lebih menilai acara ini sebagai perayaan budaya. “Ini lebih seperti perayaan budaya dimana batas-batas musik cair dan kita bisa bersatu,” ujarnya.</p>
<p>Dalam bingkai promosi pariwisata, Sigit Pramono berusaha mencitrakan ulang Bromo bukan sekedar tempat menonton jazz. Untuk itu, panitia juga menyediakan paket wisata bertajuk “WartaJazz Travel Experience” selama tiga hari dua malam. Dengan harga paket Rp. 1,9 juta – Rp. 3 juta, peserta bisa menikmati terbitnya mentari dari pucuk gunung juga menikmati jazz dari ketinggian. Seperti bunyi tagline-nya, Cooler Jazz, Fresh Air.</p>
<p><span style="font-size: small;">Oleh MARIA SERENADE SINURAT<br />
Artikel ini diterbitkan di Koran KOMPAS, Minggu, 11 Juli</span> <span style="font-size: small;">2010.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2010/menyesap-jazz-rasa-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Jazz Gunung II : Sigit Pramono Luncurkan Buku Fotografi Kelima</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2010/dari-jazz-gunung-ii-sigit-pramono-luncurkan-buku-fotografi-kelima/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2010/dari-jazz-gunung-ii-sigit-pramono-luncurkan-buku-fotografi-kelima/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 17:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Probolinggo - Bankir yang juga fotografer andal, Sigit Pramono, kembali meluncurkan karya buku fotografinya yang kelima yang berjudul Bromo, A Perpetual Reminder (2010), Sabtu (3/7) sore, disela-sela acara festival jazz tahunan, Jazz Gunung II, di Wonotoro, Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. “Sengaja diluncurkan bersamaan dengan festival jazz untuk semakin memeriahkan Jazz Gunung,” ujar Sigit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2Fdari-jazz-gunung-ii-sigit-pramono-luncurkan-buku-fotografi-kelima%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2Fdari-jazz-gunung-ii-sigit-pramono-luncurkan-buku-fotografi-kelima%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><span style="color: #666666;"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>,  <span style="color: #666666;"><strong>Probolinggo -</strong></span> Bankir yang  juga fotografer andal, Sigit Pramono, kembali meluncurkan karya buku  fotografinya yang kelima yang berjudul Bromo, A Perpetual Reminder  (2010), Sabtu (3/7) sore, disela-sela acara festival jazz tahunan, Jazz  Gunung II, di Wonotoro, Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.</p>
<p>“Sengaja diluncurkan bersamaan dengan festival jazz untuk semakin  memeriahkan Jazz Gunung,” ujar Sigit Pramono.</p>
<p>Buku setebal 158  halaman itu berisikan foto-foto karya Sigit tentang Taman Wisata Gunung  Bromo dan Suku Tengger yang mediaminya. Sigit selama ini telah dikenal  sebagai salah seorang fotografi lanskap yang banyak memfokuskan  karya-karyanya pada Bromo.</p>
<p>“Kalau buku Bromo yang dulu lebih  mengeksplorasi keindahan lanskap alam Gunung Bromo, karya ini lebih  bercerita tentang manusia Tengger, tradisi, dan tanah kehidupannya,”  ujar Sigit menjelaskan karyanya pada sejumlah kolega undangan yang hadir  dalam peluncuran buku.</p>
<p>Sisi-sisi <em>human interest</em> dari  kehidupan sehari-hari masyarakat Tengger banyak dieksplorasi Sigit  dalam buku ini. Di antaranya sebuah feature fotografi dari keluarga  Martejam, seorang suku Tengger, beserta anak cucunya. Buku ini dicetak  dalam edisi yang cukup ekslusif dan dijual Rp 500 ribu per eksemplar.  Buku diberi kata pengantar dan banyak dihiasi dengan ilustrasi  puisi-puisi Goenawan Muhammad dan versi bahasa Inggris.</p>
<p>Acara  Jazz Gunung sendiri berlangsung meriah. Festival jazz yang unik ini  diadakan di panggung terbuka di ketinggian lebih dari 2.000 meter di  atas permukaan laut di lereng Bromo, dihadiri banyak penggemar jazz dari  berbagai kota. Acara dibuka sejak pukul 14.00 WIB namun sejak siang  sejumlah pengunjung sudah menyemut menuju lokasi.</p>
<p>Hingga kini  acara masih meriah berlangsung dengan menampilkan sejumlah musisi jazz  seperti Syaharani, Balawan, Jaduk dkk, band-band jazz dari Malang dan  Surabaya, dengan dipandu oleh pelawak Butet.</p>
<p>Festival masih  akan terus berlangsung hingga tengah malam nanti, ditengah suhu dingin  udara Bromo yang malam ini mencapai sekitar 8 derajat celcius.</p>
<p>WAHYUANA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2010/dari-jazz-gunung-ii-sigit-pramono-luncurkan-buku-fotografi-kelima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 HARI LAGI MENUJU JAZZ GUNUNG 2010</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2010/10-hari-lagi-menuju-jazz-gunung-2010/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2010/10-hari-lagi-menuju-jazz-gunung-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 09:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa Jazz Gunung 2010 tinggal menghitung hari menuju Sabtu, 3 Juli 2010 di mana acara Jazz tertinggi di Indonesia – berlokasi 2000 meter di atas permukaan laut – akan diselenggarakan di Java Banana, Bromo - Jawa Timur]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2F10-hari-lagi-menuju-jazz-gunung-2010%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2F10-hari-lagi-menuju-jazz-gunung-2010%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tak terasa Jazz Gunung 2010 tinggal menghitung hari menuju Sabtu, 3 Juli 2010 di mana acara Jazz tertinggi di Indonesia – berlokasi 2000 meter di atas permukaan laut – akan diselenggarakan di Java Banana, Bromo &#8211; Jawa Timur (silakan lihat  website www.javabanana.com).</p>
<p>5 kelompok ESQI:EF feat Syaharani &amp; Donny Suhendra, I Wayan Balawan &amp; Batuan Ethnic Fusion, C Two Six – Komunitas Jazz C26 Surabaya, Androginn – Malang Jazz Forum dan Monday Night Band – Yogyakarta siap menghentak dengan sajian musik Jazz, menghangatkan suasana dengan latar belakang panggung dataran tinggi Tengger mulai dari pukul dua siang hingga sembilan malam hari.</p>
<p>Seniman serba bisa Butet Kartaredjasa akan mengawal pertunjukan bersama dan musikus Djaduk Ferianto yang berkolaborasi dengan Kesenian Jathilan dari Tengger, Bromo sebagai wujud bersatunya Jazz Gunung dengan nafas kehidupan masyarakat setempat.</p>
<p>Di acara pembukaan Sigit Pramono, penggagas Jazz Gunung, akan meluncurkan buku fotografinya yang terbaru, Bromo – Perpertual Reminder, hasil kolaborasi karya foto dengan puisi-puisi garapan Gunawan Mohamad.</p>
<p>***</p>
<p>Penyelenggaraan Jazz Gunung 2010 tidak lepas dari visi seorang Sigit Pramono, seorang penggemar musik jazz dan pehobi fotografi, yang sedang melakukan upaya “rebranding” kawasan wisata Bromo agar tak hanya dikenal karena keindahan matahari terbitnya saja.</p>
<p>Jazz Gunung merupakan kombinasi sajian musik Jazz yang apik dengan panorama alam yang luar biasa dimana para penonton dapat menikmati udara yang segar, bebas dari polusi.</p>
<p>Panitia Jazz Gunung 2010 bekerjasama dengan WartaJazz Travel Experience juga menyediakan paket akomodasi tiga hari dua malam (3D2N) untuk para pelancong Jazz. Silakan menghubungi 021-8310769 atau 0274-512561 atau email info@wartajazz.net</p>
<p>Tiket pertunjukan sebesar IDR 100.000,- dapat dipesan dengan lewat website www.jazzgunung.com atau email ke info@jazzgunung.com atau dapat pula menghubungi nomor telpon 0812-8390-480 Ica / 0857-2578-0590 Rian</p>
<p>Untuk pelanggan Kartu Kredit BNI bisa memanfaatkan program promosi Beli Satu Dapat Dua untuk setiap pembelian tiket Jazz Gunung, selain program cicilan 3 bulan untuk pembelian paket menginap di Hotel Bromo Permai.**</p>
<p>Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi info@jazzgunung.com, Ica di 08128 390 480, atau Agus di 0816 136 4263.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2010/10-hari-lagi-menuju-jazz-gunung-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hot Jazz Musicians Returning to Cool Bromo Mountain’s Slopes for Festival</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2010/hot-jazz-musicians-returning-to-cool-bromo-mountain%e2%80%99s-slopes-for-festival/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2010/hot-jazz-musicians-returning-to-cool-bromo-mountain%e2%80%99s-slopes-for-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 01:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[The cool, misty slope of Mount Bromo in East Java will play host to the second Jazz Gunung (Mountain Jazz) concert next month with more musicians in the lineup. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2Fhot-jazz-musicians-returning-to-cool-bromo-mountain%25e2%2580%2599s-slopes-for-festival%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2010%2Fhot-jazz-musicians-returning-to-cool-bromo-mountain%25e2%2580%2599s-slopes-for-festival%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>The cool, misty slope of Mount Bromo in East Java will play host to the second Jazz Gunung (Mountain Jazz) concert next month with more musicians in the lineup.</p>
<p>The one-day event at the Java Banana Bromo, a lodge, cafe and gallery at Bromo, Probolinggo, East Java, on July 3, will be hosted by prominent Indonesian artists Butet Kartaredjasa and Djaduk Ferianto.</p>
<p>“We are holding Jazz Gunung to attract more people to Bromo. We want them to know there is more to Bromo than just the beautiful sunrise,” said one of the organizers, Sigit Pramono, who is also the publisher of the Jakarta Globe.</p>
<p>He said Jazz Gunung was not meant to compete with other already established jazz festivals in the country, including in Jakarta, but was rather to provide more choice for music lovers.</p>
<p>“At Jazz Gunung, we want to perform jazz using ethnic instruments,” Butet said.</p>
<p>Djaduk and Butet are two of the three founders of Kua Etnika, a group that presents ethnic music, traditional Javanese and Balinese styles with a modern twist.</p>
<p>Another performer who displayed his own particular guitar style at last year’s event is I Wayan Balawan. The Balinese-born musician will perform his tapping technique, using piano technics to play the guitar, blending it with a traditional Balinese gamelan ensemble.</p>
<p>New faces at the concert this year will include Syaharani, one of Indonesia’s leading female jazz vocalists, and guitarist Donny Suhendra, with whom she has worked on several albums and projects since 2006.</p>
<p>Two jazz groups from Malang and Yogyakarta, Androginn and Monday Night Band, will join the Surabaya-based C Two Six, a jazz group that took part in last year’s event.</p>
<p>The organizer expects 500 guests to attend the show, with tickets available from Rp 100,000 ($11). The event drew a crowd of about 400 last year.</p>
<p>“This is not some kind of exclusive event, more like a folk party,” Sigit said.</p>
<p>“The Tenggerese [local] people could even watch this from the street.”</p>
<p>The 2,329-meter Mount Bromo is an active volcano that forms part of the Tengger mountain range in East Java and is also part of the Bromo Tengger Semeru National Park.</p>
<p>It sits in the middle of the vast Sea of Sand and is one of the most visited tourist attractions in East Java.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2010/hot-jazz-musicians-returning-to-cool-bromo-mountain%e2%80%99s-slopes-for-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vox Populi, Vox Jazz</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2009/vox-populi-vox-jazz/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2009/vox-populi-vox-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 02:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Jazz menggema di cagar alam Bromo – Tengger – Semeru dalam suatu upaya luhur untuk memadukan musik dengan semangat pelestarian alam. Dalam suatu siang terik di bulan Juli, presiden kulit hitam pertama AS, Barrack Obama, menggenggam erat tangan istrinya, Michele, dan kedua putri cilik mereka, Malia dan Sasha. Mata mereka menerawang jauh ke seberang kaki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2009%2Fvox-populi-vox-jazz%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2009%2Fvox-populi-vox-jazz%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Jazz menggema di cagar alam Bromo – Tengger – Semeru dalam suatu upaya luhur untuk memadukan musik dengan semangat pelestarian alam.</p>
<p>Dalam suatu siang terik di bulan Juli, presiden kulit hitam pertama AS, Barrack Obama, menggenggam erat tangan istrinya, Michele, dan kedua putri cilik mereka, Malia dan Sasha. Mata mereka menerawang jauh ke seberang kaki langit Samudra Atlantik. Mereka berdiri tegak, tertegun di satu pojok kastil peninggalan kolonial Inggris berwarna putih yang dilumuri sejarah kemanusiaan paling buram di muka bumi.</p>
<p>Cape Coast Castle, sebutan kastil kolonial itu, terletak sekitar 90 km dari Accra, ibu kota Ghana. Ia berdiri dengan congkak ke arah samudra raya, menyimpan jutaan derita dari rakyat Afrika yang pada abad ke-17 menjadi salah satu pos pelabuhan pemberangkatan mereka sebagai budak belian ke benua impian para imigran, Amerika.</p>
<p>Tak ada yang dapat mereka lakukan kecuali pasrah dan bernyanyi dalam diam atau menggumamkan secara kolektif irama penderitaan, di sela-sela suara pecut yang mendesing di sepanjang samudra dalam perjalanan yang penuh azab bagi kemanusiaan itu. Janin blues kemudian lahir dan ditabiskan sebagai manifestasi penderitaan mereka, menyusul rejuvenasi aliran itu sebagai yang kita kenal dengan sebutan jazz sekarang ini.</p>
<p>Jika blues merupakan ekspresi musikal penderitaan para budak, maka jazz adalah dialetika blues: jawaban metafora simbol kemerdekaan umat manusia yang egaliter karena manusia dilahirkan sama dan merdeka. Jazz adalah bentu pelampiasan yang penuh keluhuran jiwa dalam memekikkan demokrasi.</p>
<p>Makna iramanya berhembus di Balkan, di Jazirah Arab, di kampus Palestina, di Laut Utara, di pedesaan Skandinavia, di Hokkaido, Siem Reap, di pub kecil Myanmar dan juga di pelataran dataran tinggi Tengger di Jawa Timur. Di sana, di desa Wonotoro, dalam cagar alam Bromo – Semeru – Tengger, jazz digelar sebagai perantara jiwa dan semangat kemanusiaan yang mencoba mensinergikan musik dan semangat pelestarian alam.</p>
<p>Jazz Gunung menghadirkan kelompok Jazz “esperanto” dari Jogjakarta. Kua Etnika, di lodge – cafe – galeri Java Banana milik bankir senior yang juga fotografer, Sigit Pramono, di penghujung Juli lalu. Bersama Djaduk Ferianto dan Butet Kartaredjasa, Sigit mencoba memanfaatkan jazz bukan sekedar sebagai jentikan apresiasi, namun juga bentuk ekspresi yang merangkul dan melestarikan budaya dan alam kita dalam semangat perdamaian yang paling hakiki.</p>
<p>Kua Etnika melanjutkan semangat yang juga digotong kelompok Jazz mancanegara Sun Ra, Pierre Dorge &amp; New Jungle Orchestra, Davos, John Mclaughlin Shakti, Pat Metheny Group, Mike Mantler &amp; Carla Bley, serta Airto Moreira.</p>
<p>Dipimpin Djaduk dan Butet, Kua Etnika berhasil mengisi riff dan gelombang jazz dalam langgam budaya Jawa, seloroh khas Jogja dan satu dua fusion yang dicuplik dari repertoir standar jazz universal: ayunan swing dipelintir dengan gending Jawa dan Bali.</p>
<p>Kua Etnika tampil dalam Jazz Gunung pas sehari setelah kembalinya mereka dari Austria Jazz Festival 2009. Dengan scat-singing dan kelenturan vokal Trie Utami, gerutuan jazznya menghangatkan penonton yang memenuhi halaman hotel dengan arsitektur tropical modern tersebut. Mereka menghaturkan “Donau”, “Gandekan”, “Mission Impossible” dan juga nomor yang enerjik, “Kupu Tarung”.</p>
<p>Djaduk juga melakukan jam session dengan kelompok musikus tradisional setempat, suatu perpaduan jazz ala Kua Etnika dan sentuhan musik tradisional orang-orang Tengger. Pada ketinggian dua ribu meter di atas permukaan laut, jazz menjadi tontonan yang melepaskan kostum teknis jazz – merekat penonton, tak ada lagi batas.</p>
<p>Didukung penjiwaan musikalitas seperti Purwanto (bonang, reog, pamade), Indra Gunawan (keyboards), I Nyoman Cau Arsana (reog, pamade, saron), Agus Wahyudi (keyboard), Suwarjiwo (saron, pamade), Fatan Iskandar (biola), Sukoco (kendang, reog), Wardoyo (kendang Sunda), Pardiman (bonang, saron), I Ketut Idep Sukayana (reog, ugal), Beni (drums), Dhani (bas listrik), Ari Sanjaya (gitar) dan Jay (sax) sebagai pendatang baru, Kua Etnika menjelma menjadi suatu kekuatan dalam jagad khasanah musik kita.</p>
<p>Jazz kali ini ditampilkan sebagai gerbang hati bagi kebebasan jiwa, di alam yang dengan kearifannya telah menjadi simbol budaya asli di nusantara. Karenanya, biarlah jazz hadir sebagai suatu kekuatan yang mampu mendorong dialog kemanusiaan yang memperkaya peradaban Indonesia sehingga perdamaian dapat berfungsi sebagai roh jazz itu sendiri.</p>
<p>Ketika matahari pamit di balik pegunungan Tengger, Djaduk mengakhiri pergelaran dengan “Ronggeng to Latinos”, nomor gado-gado yang menyajikan swing ke tango, be-bop ke fusion dan sejumlah tabuhan etnik tanah air.</p>
<p>Saat gemuruh ombak Samudra Atlantik di seberang bumi sana membawa harapan yang nyata bagi turunan orang-orang tertindas seperti keluarga Obama, percayalah bahwa jazz telah menjelma menjadi gerbang dialog, suara dan jiwa bagi perdamaian, persaudaraan dan kebebasan umat manusia-yang sekreatif-kreatifnya dan semerdeka-merdekanya.</p>
<p>Penulis adalah pewarta foto Antara.</p>
<p>Catatan</p>
<p>Artikel ini diterbitkan oleh majalah Garuda Inflight Magazine Edisi September 2009, hal 42-43.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2009/vox-populi-vox-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jazz Reaching New Heights</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2009/hello-world/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2009/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 10:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jazzgunung.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Organized by Sigit Pramono and Kua Etnika, Jazz Gunung (Mountain Jazz) will give music lovers the chance to enjoy a jazz concert accompanied by stunning views of Mount Bromo in East Java. The main attraction of Jazz Gunung will be the group Kua Etnika, which has been playing together since 1995 under the leadership of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2009%2Fhello-world%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2009%2Fhello-world%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Organized by Sigit Pramono and Kua Etnika, Jazz Gunung (Mountain Jazz) will give music lovers the chance to enjoy a jazz concert accompanied by stunning views of Mount Bromo in East Java.</p>
<p>The main attraction of Jazz Gunung will be the group Kua Etnika, which has been playing together since 1995 under the leadership of Djaduk Ferianto. Kua Etnika is an ensemble of musical talent with backgrounds in traditional music from across Indonesia. The fusion group combines Indonesian ethnic music with a modern approach.</p>
<p>Composer and musician Djaduk Ferianto is no stranger to the Indonesian performing arts community. In addition to being the co-founder of Kua Etnika, Djaduk has been involved with the Yogyakarta-based company Teater Jabrik and the Sinten Remen keroncong orchestra, in addition to writing music for feature films, sinetrons and documentaries.</p>
<p>Trie Utami, the celebrated vocalist who rose to prominence after joining the gamelan-influenced jazz band Krakatau in the 1980s, will take on the singing chores for Kua Etnika during the event. Jazz Gunung will also see Kua Etnika collaborating with Surabaya’s jazz community C26, which features local musicians and dancers.</p>
<p>Adding some laughter to the event will be renowned actor-comedian Butet Kartaredjasa, who will serve as the night’s master of ceremonies. Jazz Gunung will be held at Java Banana Bromo, a resort overlooking Mount Bromo.</p>
<p>Source: http://thejakartaglobe.com/lifeandtimes/jazz-reaching-new-heights/319504</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2009/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jazz Gunung 2009 digelar di Java Banana Bromo, Jawa Timur</title>
		<link>http://www.jazzgunung.com/2009/jazz-gunung-2009-digelar-di-java-banana-bromo-jawa-timur/</link>
		<comments>http://www.jazzgunung.com/2009/jazz-gunung-2009-digelar-di-java-banana-bromo-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 04:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jazzgunung.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Jazz Gunung adalah sebuah pergelaran musik yang cukup unik, yang akan diselenggarakan di Pegunungan Tengger, tepatnya di Java Banana Bromo, 25 Juli 2009 mendatang, mulai pukul 14.00, diawali dengan pertunjukan kesenian tradisional, dan diakhiri dengan jamuan makan malam yang akrab bagi undangan dan musisi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2009%2Fjazz-gunung-2009-digelar-di-java-banana-bromo-jawa-timur%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.jazzgunung.com%2F2009%2Fjazz-gunung-2009-digelar-di-java-banana-bromo-jawa-timur%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Jazz Gunung adalah sebuah pergelaran musik yang cukup unik, yang akan diselenggarakan di Pegunungan Tengger, tepatnya di Java Banana Bromo, 25 Juli 2009 mendatang, mulai pukul 14.00, diawali dengan pertunjukan kesenian tradisional, dan diakhiri dengan jamuan makan malam yang akrab bagi undangan dan musisi.</p>
<p>Jazz Gunung kali ini akan menampilkan Kua Etnika, sebuah kelompok musik berlarian ‘terbuka’ yang mengolah musik etnik dengan pendekatan modern, dengan Trie Utami sebagai bintang tamu, dimeriahkan oleh Butet Kartaredjasa selaku MC yang akan menyemarakkan pergelaran tersebut.</p>
<p>Kua Etnika juga akan berkolaborasi dengan musisi setempat untuk menampilkan repertoar-repertoar unik paduan musik tradisional dengan nuansa kontemporer. Sementara itu masyarakat setempat akan membuka pergelaran ini dengan menampilkan berbagai pertunjukan tradisional, baik tari-tarian maupun musik lokal. Pertunjukan ini akan diadakan di panggung terbuka, di halaman samping Java Banana Bromo. Sengaja dilakukan di area terbuka pada sore hari, supaya para pengunjung dapat menikmati indahnya pegungungan Tengger yang menjadi latar belakang panggung, menghirup udara segar, berbaur dalam suasana yang akrab antara musisi dan penonton. Selain itu, diadakan di panggung terbuka agar masyarakat sekitar juga dapat menikmati pertunjukan tersebut secara gratis. Memberikan hiburan bagi masyarakat pegunungan yang jarang mendapat tontonan seperti itu.</p>
<p>Jazz Gunung diprakarsai oleh <strong>Sigit Pramono </strong>dan <strong>Kua Etnika</strong>. Sigit adalah seorang penggemar musik jazz dan pehobi fotografi, yang pada saat ini sedang melakukan upaya &#8220;rebranding&#8221; kawasan wisata Bromo agar Bromo tidak hanya dikenal karena keindahan matahari terbitnya saja. Sigit banyak melakukan kegiatan di Bromo yang menarik orang agar mau berkunjung ke Bromo. Sebelumnya Sigit dkk menyelenggarakan pameran fotografi yang diikuti 25 fotografer dalam dan luar negeri dan sekarang bersama Butet dan Djaduk menggagas pementasan Jazz Gunung ini.</p>
<p>Kedua pihak sepakat untuk mengadakan sebuah pertunjukan musik jazz yang berkelas, yang kental unsur etniknya, khusus di pegunungan, dengan mengundang kelompok-kelompok musik tradisional ke dalam panggung pertunjukan, berkolaborasi dengan musisi jazz berskala internasional.</p>
<p>Jazz Gunung ini akan diselenggarakan secara berkala, setidaknya 2x setahun. Tujuannya selain sebagai bentuk apresiasi pada musik ‘ethnic jazz’, juga untuk memberikan nuansa baru pada pariwisata Indonesia, khususnya di mata internasional. Diharapkan, dengan adanya pertunjukan ‘jazz etnik’ di pegunungan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Diharapkan setelah beberapa kali digelar, Jazz Gunung ini akan menjadi salah satu agenda utama yang dipertimbangkan oleh para wisatawan mancanegara dalam mengunjungi Indonesia.</p>
<p>Jazz Gunung ini adalah sebuah pergelaran musik yang pertama kalinya diselenggarakan di ketinggian 2,000m, di pegunungan Tengger, dan selanjutnya akan digelar di berbagai pegunungan lainnya, seperti di Merapi, Dieng, dan lain-lain.**</p>
<p>Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Ica di 0819 3211 5688 atau<a href="jazzgunung@java-banana.com " class="broken_link"> jazzgunung@java-banana.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jazzgunung.com/2009/jazz-gunung-2009-digelar-di-java-banana-bromo-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

